Konsumsi Kolagen dan Dampaknya bagi Kulit

Konsumsi Kolagen dan Dampaknya bagi Kulit

Kolagen sering dijadikan solusi ketika berbicara cara mencegah penuaan dini dan tetap awet muda. Kini, kolagen tersedia dalam bentuk pelembab wajah, bubuk protein, sup, dan bahkan krimer kopi.

Tapi, apakah ada manfaat kesehatan dari kolagen atau hanya sekedar tren? Amy Goodson, penulis The Sports Nutrition Playbook dan anggota dewan ahli medis, menunjukkan salah satu efek utama mengonsumsi suplemen kolagen adalah mereka benar-benar dapat meningkatkan kesehatan kulit.

“Kolagen adalah protein utama yang diproduksi tubuh, yang merupakan bagian dari kulit, ligamen, tendon, dan otot. Zat ini berperan dalam memperkuat kulit sambil memberi manfaat elastisitas dan hidrasi,” kata Goodson, dilansir dari Eat This.

Menurut Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard, produksi kolagen tubuh juga bertanggung jawab untuk menciptakan dan menjaga kesehatan jaringan ikat. Sementara tubuh bekerja keras untuk memproduksi kolagen sendiri, kadarnya menurun setiap tahun.

“Seiring bertambahnya usia, tubuh secara alami memproduksi lebih sedikit kolagen, yang seiring waktu dapat berkontribusi pada kulit kering, keriput, dan elastisitas kulit berkurang,” kata Goodson.

Seiring bertambahnya usia dan mulai kehilangan kolagen alami tubuh, orang mungkin memutuskan untuk meningkatkan asupannya. Berikut beberapa cara umum untuk memasukkan lebih banyak kolagen ke dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Harvard, kita bisa mendapatkan lebih banyak kolagen dengan mengonsumsi produk hewani tertentu, khususnya makanan yang mengandung jaringan ikatnya sendiri, seperti ayam, ikan, babi, dan sapi. Beberapa makanan bahkan dianggap lebih baik daripada suplemen kolagen.

Meskipun kolagen tidak ditemukan secara alami dalam produk nabati, ada makanan tertentu yang dapat membantu meningkatkan produksi kolagen tubuh. Misalnya, penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Lifestyle Medicine melaporkan tubuh membutuhkan vitamin C untuk memproduksi kolagen, yang dapat ditemukan dalam makanan seperti kangkung, brokoli, jeruk, dan stroberi.

Seiring vitamin C, tubuh membutuhkan seng untuk memproduksi kolagen juga. Anda dapat menemukan seng dalam makanan seperti tiram, oatmeal, lobster, hati sapi, kacang mete, dan buncis.

Melihat perusahaan yang menjual krim wajah dan losion dengan kolagen sebagai bahan utama sudah umum, tetapi ini sebenarnya telah terbukti tidak efektif oleh dokter kulit karena kolagen ditemukan di lapisan kulit, bukan di permukaan. Sebaliknya, suplemen kolagen dalam bentuk pil atau bubuk dapat membantu tubuh melawan penuaan dan meningkatkan elastisitas kulit. Menurut sebuah studi dari Nutrients, peserta melihat peningkatan signifikan dalam hidrasi, elastisitas, dan kehalusan kulit setelah mengonsumsi suplemen kolagen cair selama 12 minggu.

“Manfaat suplemen kolagen untuk mengurangi kerutan telah dikaitkan dengan kemampuannya untuk merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak kolagen dengan sendirinya,” kata Goodson. “Bukan berarti jika mengonsumsi kolagen Anda tidak akan memiliki kerutan, tapi itu pasti bisa membantu!”

Avrilia ShellaSebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Posting Komentar untuk "Konsumsi Kolagen dan Dampaknya bagi Kulit"

Silakan tinggalkan komentar. Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *